Jumaat, 23 Disember 2011

Politiksukusakat

Politiksukusakat


Pemuda dan pemudiku.....

Posted: 23 Dec 2011 02:23 AM PST

Dalam Shahih Tirmidzi 2/240, hadis ke 3769:

Usamah bin Zaid berkata: Pada suatu malam aku datang kepada Nabi saw karena suatu keperluan, lalu beliau keluar rumah dan menyelimuti sesuatu, aku tidak tahu apa itu. Setelah aku selesai keperluanku, aku bertanya: Apa yang engkau selimuti? Kemudian membukanya: Ternyata beliau menggendong Hasan dan Husein. Lalu beliau bersabda: "Kedua anak ini adalah puteraku dan putera dari puteriku. Ya Allah, sungguh aku mencintai keduanya, maka jadikan aku mencintai keduanya dan mencintai keduanya."

Oleh itu janganlah merasa takut untuk mengkaji sejarah pembunuhan cucu Rasulullah saw, Husain bin Ali Karamallah wajhah oleh tentera Yazid bin Muawiyah hanya kerana takut akan dikaitkan dengan syiah dan paling bimbang akhirnya dituduh sesat, apabila sesat masuk neraka. Maka, trajedi pembunuhan Hussein cucu Rasulullah tertinggal dalam lipatan sejarah, tiada siapa lagi cuba mengkaji secara terperinci, dibahas dan dicerna sebagai pedoman dalam meneruskan perjuangan mengikut garis lurus yang ditunjuk oleh beliau.

Tiada lagi pernah terasa dari dalaman diri untuk menziarahi pusara Hussein Cucu Rasulullah saw, sedangkan pusara Al-Marhum Ustaz Fadzil serta Asyahid Ustaz Ibrahim Mahmud seolah-olah menjadi kemestian kepada pejuang PAS dan tokoh gerakan Islam dari luar Kedah dan Malaysia menziarahinya bila berkunjung ke Kedah.

Mencintai Hussein dan mengkaji perjalanan sejarahnya bukanlah hak eksklusif sesiapa, ia adalah hak seluruh umat Islam yang inginkan kebenaran yang mendambakan sepenuh ketundukan kepada Allah Azzawajalla dalam menegak yang ma'aruf dan mencegah munkar.

Kajilah mengapa mengapa begitu kejam dan dahsyatnya anak Fatimah binti Muhammad Rasulullah saw serta keluarganya ini dibunuh dan dihina di Padang Karbala, Iraq hanya setelah beberapa puluh tahun kewafatan datuknya yang juga Nabi dan Rasul terakhir kita. Sudah tentu ada banyak pedoman dan pengajaran yang boleh kita dapati dari sejarah tersebut, pemuda dan pemudi ku...

Bagi ku, perjuangan Hussein r.a. adalah lambang penentangan kepada mereka yang bertopengkan Islam, tetapi sebenarnya jahat kepada Islam, manusia dan Tuhannya sendiri!!! Dan mereka ini ada disetiap zaman.

Dalam shahih Ibnu Majah, tentang Al-Hasan dan Al-Husein:
Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:

من أحبّ الحسن والحسين فقد أحبني ومن أبغضهما فقد أبغضني
"Barangsiapa yang mencintai Al-Hasan dan Al-Husein ia telah mencintaiku, dan barangsiapa yang membenci mereka ia telah membenciku."

Sekurang-kurangnya hayatilah video-video di bawah ini...





Dalam Mustadrak Al-Hakim, jilid 3 halaman 166:

Salman berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda:


"Al-Hasan dan Al-Husein puteraku, barangsiapa yang mencintai mereka ia mencintaiku, barangsiapa yang mencintaiku ia dicintai oleh Allah, dan barangsiapa yang dicintai oleh Allah ia akan masuk surga. Barangsiapa yang membenci mereka ia membenciku, barangsiapa yang membenciku ia dibenci oleh Allah, dan barangsiapa yang dibenci oleh ia akan masuk neraka." Al-Hakim berkata: Hadis ini shahih menurut persyaratan Bukhari dan Muslim.





Dalam Ad-Durrul Mantsur tentang tafsir surat At-Taghabun: 15, As-Suyuthi berkata:

Yazid bin Abi Ziyad berkata: Pada suatu hari Nabi saw keluar dari rumah Aisyah r.ha. lalu beliau melalui di dekat rumah Fatimah (as), kemudian beliau mendengar tangisan Al-Husein. Maka beliau bersabda: "Tahukan kamu sesungguhnya tangisan Al-Husein menyakitkan aku?"



Dalam Mustadrak Al-Hakim 4: 397, kitab ta'bir mimpi:

Ibnu Abbas berkata: Aku bermimpi Rasulullah saw sebagaimana orang mimpi di siang hari, beliau memegang botol yang berisi darah. Kemudian aku bertanya kepada Rasulullah saw: Wahai Nabi Allah, apa maksud dalam mimpiku ini? Rasulullah saw menjawab: "Ini adalah darah Al-Husein dan sahabat-sahabatnya, sejak hari ini hendaknya kamu menghitungnya." Ibnu Abbas berkata: Kemudian aku menghitung hari itu, maka sebelum satu hari mereka dapatkan Al-Husein terbunuh.

Al-Hakim mengatakan: hadis ini shahih menurut persyaratan Muslim

Tiada ulasan: