Isnin, 18 Februari 2013

ALHUSSEYN

ALHUSSEYN


Pengundi Hantu sudah lari ke Indonesiakah?

Posted: 18 Feb 2013 09:04 AM PST

Ingatkan hanya di Malaysia sahaja hantu-hantu turut jadi pengundi.Rupa-rupanya di Jawa Tengah Indonesia, hantu-hantu di sana tidak juga mahu ketinggalan!

Nama-nama mereka dan juga tempat lahir mereka juga tercatit dalam daftar pemilih! 

Apakah kemungkinannya, hantu-hantu yang pernah ada di Malaysia ini sudah lari pulang ke sana? Lihat laporannya :



Waduh! Pocong, Kuntilanak, Tuyul, Kolor Ijo Ikut Pesta Demokrasi?

SEMARANG (voa-islam.com) - Ada yang aneh dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) pemilihian Gubernur Jawa Tengah. Pasalnya dalam lembaran DPS tersebut tertulis nama-nama pocong, kuntilanak, vampir dan nama-nama hantu lainnya.

Nama-nama itu sempat tercatat di Data Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) Kelurahan Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, untuk pemilihan gubernur (Pilgub) Jateng 2013. Karena jelas tidak benar, nama itu kini sudah dicoret bersamaan dengan dua juta nama lain yang tidak sesuai dengan data sebenarnya.

Para hantu tersebut berada di urut 4567 hingga 4576 dengan urutan seperti berikut: Gundul Pecengis, Kolor Ijo, Tuyul, Suster Ngesot, Setan Kredit, Kuntilanak, Pocong, Dhemit dan Vampir.

Dalam daftar, mereka juga ditulis berjenis kelamin laki-laki, ditulis lahir antara tahun 1901 hingga 1912, dan bertempat lahir di kuburan. Salah satu hantu, Dhemit, disebut lahir di Grobogan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah, Fajar Subhi AK Arif mengatakan, pihaknya tidak mengetahui bagaimana nama-nama hantu bisa muncul di DP4 karena ia memperoleh data dari pemerintah.

"Saya kurang paham kenapa muncul nama itu di DP4, kami menerima dari pemerintah. Kalau kami menemukan data yang tidak memenuhi ya dicoret," kata Fajar saat ditemui di kantornya, Jl Veteran Semarang, Senin (18/2/2013).

Ia menambahkan nama-nama fiktif dan sejumlah data yang tidak sesuai kini tidak muncul lagi di DPS. Dalam DP4 tertera jumlah 29.629.952 pemilih, namun setelah dilakukan proses rekapitulasi DPS sekarang menjadi 27.415.706 pemilih.

"Otomatis (nama hantu) itu hilang, yang sudah meninggal dan pindah sudah tidak muncul di DPS," jelas Fajar.

DPS fiktif ini merupakan bukti carut marutnya proses Pilgub Jateng. Bukan tidak mungkin ada nama-nama lain yang fiktif dalam Pilgub. Jika sudah demikian masihkan rakyat percaya dengan pesta demokrasi? [Widad/dtk]

Tiada ulasan: