Rabu, 5 Disember 2012

KRAI Utara

KRAI Utara


Oh! Police trafik tuntut ganti rugi besarkan payudara

Posted: 05 Dec 2012 07:23 AM PST

LOWICZ – Seorang polis  trafic membelanjakan wang sebanyak 5,000 poundstrerling   untuk implan payudara yang dilakukan bekas teman wanitanya  . Namun ketika keduanya putus hubungan, si polis  itu menuntut ganti rugi.Patricja Pajak mengatakan, dia memutuskan hubungannya dengan polis , Lukasz Molovik, kerana bekas teman lelakinya itu sangat terobsesi dengan ukuran payudaranya. Wanita yang bekerja sebagai model, sebenarnya tidak ingin melakukan operasi tersebut."Saya tidak ingin lakukan pembedahan , tetapi Lukasz terus memaksa saya dan sering mengeluh kerana ukuran payudara saya,” ujar Pajak, seperti dikutip The Sun, Selasa (4/12/2012). "Kerana saya mencintainya, maka saya setuju. Tapi, ternyata dia lebih cinta dengan payudara saya lebih daripada dengan saya.," ungkap wanita berusia 24 tahun ini.Sekarang Molovik, menggugat ganti rugi pada Pajak setengah sejumlah wang yang dihabiskan untuk mengimplan payudaranya."Lukasz sangat kehilangan banyak wang untuk implan payudara kekasihnya. Namun, setelah Pajak melakukan implan, Lukasz malah diputuskan. Lukasz tidak masalah dengan wang yang dihabiskannya, tapi dia tidak boleh menikmati payudara mantan pacarnya,” ujar peguamnya.(faj)

Oh! Dosa seorang wanita penzina....

Posted: 04 Dec 2012 08:46 AM PST

Pada suatu senja yang lengang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-hayang . Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahawa dia berada dalam duka cita yang mencekam.  Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang sedang meruyak hidupnya.Dia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk.” Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus menunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.” “Apakah dosamu wahai wanita?” tanya Nabi Musa as terkejut. “Saya takut mengatakannya,” jawab sang wanita. “Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun terpatah bercerita, “Saya ……telah berzina.”Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya pun…. lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya….. cekik lehernya sampai…..mati”, ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya. Nabi Musa as berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, “Perempuan jahat, nyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku kerana perbuatanmu. Pergi!” teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata kerana jijik. Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah keluar. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa as.Ratap tangisnya amat memilukan. Dia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan dia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Dia tidak tahu bahawa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?” Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita penzina dan pembunuh itu?” Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. “Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?” “Ada!” jawab Jibril dengan tegas.“Dosa apakah itu?” tanya Musa kian penasaran. “Orang yang meninggalkan solat dengan sengaja dan tidak menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina.” Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyedari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahawa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah - olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba - Nya.Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh bererti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahawa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.  Jelajah Unik  

Tiada ulasan: